Lama Tak Terawat, Iskandar, Anggota DPRA Bangun Kembali Makam Syekh Banurullah di Desa Salur

Selebriti 26 May 2026 14:45 2 min read 169 views By Admin User

Share berita ini

Lama Tak Terawat, Iskandar, Anggota DPRA Bangun Kembali Makam Syekh Banurullah di  Desa Salur
Ir. Iskandar, Anggota DPRA saat berziarah ke makam Syekh Banurullah di Desa Salur, Senin, 25/5/2026.

SIMEULUE, Teras Aceh.com | Setelah bertahun-tahun terabaikan, makam Tengku Bakudo Batu yang juga dikenal sebagai Syekh Banurullah akhirnya mendapat perhatian. Anggota DPRA Aceh, Ir. Iskandar, turun langsung memprakarsai pembenahan area pemakaman ulama karismatik itu di Desa Salur, Kecamatan Teupah Barat.

 

Kunjungan Iskandar ke Desa Salur saat reses, Senin 25/5/2026, tak sekadar untuk menyerap aspirasi. Ia menyempatkan berziarah dan melihat sendiri kondisi makam ulama penyebar Islam di Simeulue tersebut. Kondisinya memprihatinkan. Tanpa pagar, tanpa penanda layak, jejak sejarah tempat yang dulu jadi rujukan warga untuk bertanya dan meminta nasihat.

 

“Makam seorang ulama tidak boleh dibiarkan seperti ini. Tengku Bakudo Batu adalah bagian dari identitas Simeulue. Kita punya tanggung jawab untuk menjaganya,” kata Iskandar di lokasi.

 

Pembenahan yang akan dilakukan meliputi pembersihan lahan, pemasangan pagar keliling, pembuatan nisan dan penanda makam yang layak, serta pemasangan penerangan disekitar lokasi.

 

Bagi masyarakat Simeulue, nama Syekh Banurullah bukan sekadar sejarah. Ia dikenal sebagai ulama yang menyebarkan ilmu agama, meredakan konflik, dan menjadi panutan moral di masanya. Cerita tentang keteguhan dan kebijaksanaannya masih hidup dalam ingatan warga hingga kini.

 

“Kalau tempat ini bersih dan terawat, anak cucu kita bisa datang ziarah dengan tenang. Mereka juga bisa belajar siapa ulama yang pernah menyebarkan Islam di pulau ini,” ujar Iskandar.

 

Lebih dari sekadar perawatan, Iskandar melihat potensi besar di balik makam ini. Ia menilai lokasi tersebut bisa dikembangkan menjadi tujuan wisata religi yang menguatkan sejarah sekaligus menggerakkan ekonomi didesa.

 

“Kalau dikelola dengan baik, tempat ini bisa jadi ruang ziarah sekaligus edukasi sejarah. Wisatawan yang datang akan mengenal Simeulue bukan hanya dari pantainya, tapi juga dari ulamanya,” tegasnya.

 

Ia berharap pembenahan ini menjadi langkah awal agar makam Syekh Banurullah masuk dalam program desa ke depan, sehingga perawatan tidak berhenti dan nilai sejarahnya tetap hidup untuk generasi berikutnya.

 

Sementara itu, Kepala Desa Salur, Rajumin menyambut baik inisiatif tersebut. Ia mengucapkan terima kasih atas perhatian Iskandar dan berharap pembangunan kembali makam ini dapat meningkatkan kunjungan wisata religi sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat.

 

Selain itu, kades juga menyampaikan harapan agar Iskandar dapat membantu pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan usaha tani, penyediaan air bersih, serta peningkatan dan pendampingan UMKM di desanya. (ta/am) 

TerasAceh

Recent Articles

Popular Articles