Ir. Iskandar Jenguk Keluarga Almarhum Ruslan di RSZA, Jenazah Akan Dipulangkan ke Simeulue
BANDA ACEH – Di tengah suasana duka yang menyelimuti keluarga almarhum Ruslan Warga Desa Kuala Makmur Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue yang meninggal Dunia, Rabu 9 September 2026 Di Rumah sakit Zainal Abidin Banda Aceh, perhatian dan kepedulian datang dari berbagai pihak. Salah satunya Anggota DPRA Ir. Iskandar, Kamis, 10 September 2026, menyempatkan diri menjenguk keluarga almarhum Ruslan yang berada di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSZA) Banda Aceh.
Kedatangan Ir. Iskandar bukan sekadar kunjungan, tetapi menjadi bentuk kepedulian dan dukungan moril kepada keluarga yang sedang menghadapi masa berat setelah kehilangan orang yang mereka cintai.
Almarhum Ruslan rencananya akan dipulangkan ke Kabupaten Simeulue, tanah kelahiran dan tempat keluarga menantikan kepulangannya untuk dimakamkan.
Dalam suasana penuh haru tersebut, Ir. Iskandar turut memberikan dukungan kepada keluarga agar tetap tabah dan kuat menghadapi cobaan serta memberikan tambahan bantuan biaya kepada keluarga Almarhum. Baginya, di saat seperti ini, kehadiran dan kepedulian sesama sangat berarti bagi keluarga yang sedang berduka.
Pemulangan jenazah menuju Simeulue tentu bukan perkara mudah, mengingat jarak dan kondisi geografis yang harus ditempuh.
Namun, dengan adanya kepedulian dan gotong royong dari berbagai pihak, diharapkan proses pemulangan almarhum dapat berjalan lancar hingga tiba di tengah keluarga.
Erin, Keluarga almarhum Ruslan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian dari Ir. Iskandar. Bagi mereka, dukungan tersebut menjadi penguat di tengah kesedihan yang sedang dirasakan.
“Semoga perjalanan pemulangan jenazah almarhum menuju Simeulue diberikan kelancaran. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” demikian harapan yang disampaikan Iskandar dalam suasana duka tersebut.
Kepergian almarhum menjadi duka bagi keluarga. Namun, kepedulian yang hadir di saat-saat sulit menjadi pengingat bahwa dalam kesedihan sekalipun, masih ada tangan-tangan yang bersedia membantu dan hati yang ikut merasakan. (ta/am)
Related Articles