Sejarah Baru Pendidikan Simeulue: Bupati Monas Negerikan 16 TK/PAUD Sekaligus, Target Cetak SDM Unggul Sejak Dini

Terkini 04 May 2026 21:48 3 min read 124 views By Admin User

Share berita ini

Sejarah Baru Pendidikan Simeulue:  Bupati Monas Negerikan 16 TK/PAUD Sekaligus, Target Cetak SDM Unggul Sejak Dini
Foto : Bupati Simeulue Mohammad Nasrun Mikaris, SH, MH, di dampingi Wakil Bupati Nusar Amin, S. Pd, Sekda Asludin, SE, M.Kes dan Kadisdik Sahirman, S.Ag, M.Si saat menandatangani prasasti penegerian 16 Taman Kanak-Kanak dan PAUD, Senin (4/5/2026) di Desa Jaya Baru, Kecamatan Salang.

SIMEULUE, Teras Aceh. com | Senyum lebar mengembang di wajah puluhan guru TK dan PAUD Se Kabupaten Simeulue, Senin (4/5/2026). Di Desa Jaya Baru, Kecamatan Salang, hari itu mereka menyaksikan momen bersejarah. Bupati Simeulue Mohammad Nasrun Mikaris, SH, MH, yang akrab disapa Monas, meresmikan penegerian 16 Taman Kanak-Kanak dan PAUD sekaligus.

 

Didampingi Wakil Bupati Nusar Amin, S.Pd, Bupati Monas meneken prasasti  sebagai tanda sahnya 16 sekolah anak usia dini itu resmi berstatus negeri di Tahun Anggaran 2026.

 

Peresmian ini bukan seremonial biasa. Ini langkah strategis Pemkab Simeulue untuk memastikan pendidikan berkualitas tak lagi jadi barang mewah. Dengan status negeri, 16 TK dan PAUD itu kini wajib dapat perhatian penuh pemerintah, dari anggaran, guru, hingga sarana belajar.

 

“Pendidikan tidak boleh telat. Harus dimulai sejak anak bisa pegang pensil. Kalau TK dan PAUD-nya kuat, SD sampai SMA-nya pasti hebat,” tegas Bupati Monas dalam arahannya.

 

Perubahan status jadi negeri membawa dampak langsung baik mutu pembelajaran wajib naik karena ada standar dan pengawasan ketat, maupun akses makin luas karena sekolah negeri biayanya terjangkau, bahkan gratis.

 

Artinya, anak-anak di pelosok Simeulue, dari batu berlayar sampai siambung ambung, punya kesempatan yang sama untuk dapat PAUD berkualitas.

Bupati Monas menegaskan penegerian 16 TK/PAUD ini adalah bukti komitmen Monas-Nusar membangun SDM Simeulue dari hulu. “Kita tidak mau Simeulue kalah start. Otak anak Simeulue harus diasah sejak dini. Kalau pondasinya kuat maka anak Simeulue bisa bersaing dengan daerah lain,” ujarnya.

 

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Simeulue, Sahirman, S. Ag, M.Si menambahkan, Pemkab akan terus memetakan wilayah yang belum punya PAUD negeri agar pemerataan benar-benar terasa.

 

" Dengan bertambah nya 16 lembaga baru ini, Pemkab Simeulue menargetkan cakupan PAUD makin tinggi. Sebab data menunjukkan, anak yang ikut PAUD punya kemampuan literasi dan numerasi lebih baik saat masuk SD," Ujar Sahirman. 

 

Kadisdik Simeulue juga merincikan, saat ini sudah 71 sekolah TK/PAUD di Simeulue yang berstatus negeri. Ke depan, kami berharap TK/PAUD yang masih swasta segera diusulkan untuk penegeriannya oleh kepala desa setempat. “Syarat paling penting adalah status tanah harus sudah bersertifikat atas nama Pemerintah Kabupaten Simeulue,” tegasnya.

 

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Simeulue,Nusar Amin, S. Pd, Sekretaris Daerah Asludin, SE, M.Kes, Unsur Forkopimda, Wakil Ketua TP-PKK Ny. Lasminidar Nusar Amin, Ketua DWP Ny. Nursaadah Asludin, Pengawas Sekolah Ny. Umi Kalsum Mikaris, Kadis. Pendidikan Sahirman, S. Ag, M.Si, Kepala SKPK, Camat, Kepala Desa, Dewan guru dan masyarakat setempat. (ta/as) 

TerasAceh

Recent Articles

Popular Articles