Remaja Asal Banda Aceh meninggal saat snorkeling di Sabang, polisi tak temukan tanda kekerasan

Terkini 30 Mar 2026 06:33 3 min read 49 views By Admin User

Share berita ini

Remaja Asal Banda Aceh meninggal saat snorkeling di Sabang, polisi tak temukan tanda kekerasan
Kapolres Sabang, AKBP Sukoco saat melihat wisatawan yang tenggelam di pulau Rubiah Sabang setelah dievakuasi ke puskesmas setempat, Sabang, Aceh, Minggu (29/3/2026). (terasaceh /Humas Polres Sabang)

Banda Aceh - Polres Sabang tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh salah satu wisatawan asal Kota Banda Aceh yang meninggal dunia tenggelam saat berenang (snorkeling) di pulau Rubiah Gampong Iboih, Kecamatan Sukamakmue Sabang, Aceh.

 

“Hasil visum et repertum yang dilakukan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata Kapolres Sabang, AKBP Sukoco, Minggu, 29/3/2026.

 

Korban diketahui bernama M Raisul Abrar (18), pelajar, warga Desa Lamteh, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, ia datang bersama sembilan rekannya untuk berenang di tepi pantai Pulau Rubiah.

 

Kapolres menjelaskan, peristiwa tersebut berawal ketika korban bersama rekannya berangkat menuju Pulau Rubiah menggunakan perahu sewaan milik masyarakat untuk melakukan aktivitas snorkeling sekitar pukul 08.00 WIB. Lalu, korban bersama rombongan mulai turun ke laut menggunakan perlengkapan snorkeling berupa kacamata selam, pelampung, dan sepatu bebek.

 

Namun, sekitar pukul 08.45 WIB, rekan-rekan korban yang telah naik ke permukaan menyadari korban tidak terlihat, sehingga dilakukan pencarian.

 

Lima menit kemudian, korban ditemukan satu meter dari bibir pantai dengan kedalaman sekitar kurang lebih 50 sentimeter dalam posisi telungkup dan mengambang, dan masih menggunakan perlengkapan snorkeling, korban dievakuasi ke tepi pantai.

 

Saat ditemukan, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri dan mengeluarkan busa dari mulut. 

 

Seorang pemandu wisata (tour guide) bernama Jabar langsung memberikan bantuan pertama berupa CPR (Resusitasi Jantung Paru) hingga dari mulut korban keluar pasir bercampur udara. Selanjutnya korban dievakuasi ke Puskesmas Iboih. 

 

Namun, setelah mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia, dan tidak ditemukan adanya luka pada tubuhnya.

 

Sekira pukul 12.28 WIB, jenazah korban diberangkatkan ke kampung halamannya di Kota Banda Aceh menggunakan KMC Express Bahari 2F. 

 

“Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan telah membuat surat pernyataan tidak disetujui,” ujar Kapolres.

 

Dalam kesempatan ini, Kapolres Sabang AKBP Sukoco menyampaikan belasungkawa mendalam atas kejadian tersebut serta mengingatkan pentingnya keselamatan saat beraktivitas di laut.

 

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Peristiwa ini menjadi perhatian kita bersama agar lebih mengutamakan faktor keselamatan saat melakukan aktivitas di laut, khususnya snorkeling,” ujarnya.

 

Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan agar menggunakan perlengkapan yang sesuai standar, tidak berenang sendiri, serta selalu berada dalam pengawasan pemandu atau petugas demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

 

“Kita terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna meningkatkan pengawasan dan keamanan di kawasan wisata bahari di Kota Sabang, sehingga tetap aman dan nyaman bagi para pengunjung,” kata AKBP Sukoco. (ta/iklan) 

 

 

TerasAceh